Category Archives: Pagar Alam

Jalan Terjal Mendaki, Curup Maung Makin Jadi Idola

Masih di pegunungan yang sama

Dsutarno staf Redaksi Radar Nusantara i jajaran bukit barisan….

Di kaki-kakinya seperti menyangga langit dengan surga kecil jajaran air mengalir dari atap langit
Perjalanan yang ditempuh ke Cughup Maong itu sebetulnya tidaklah jauh dari ibukota Kabupaten Lahat, sekitar 20km melalui jalan lintas Lahat-Pagaralam melewati Simpang Desa Muara Siban. Dari desa Tinggi Hari Gumay Ulu sekitar 10 km. Jalan menuju lokasi setelah Talang Muara Dua berupa jalan aspal yang sudah terkelupas aspalnya. Sekitar 1 km sebelum air terjun, pengunjung menitipkan kendaraan yang sudah disiapkan untuk pengunjung dengan tarif Rp5ribu-an.

Selanjutnya harus berjalan kaki menyusuri jalan yang datar dengan pemandangan kebun kopi, kondisinya beberapa bunga kopi robusta putih menyeruakkan baunya. Pengunjung sambil bersenda gurau menikmati aroma bunga kopi dan menuruni tebing terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan berpegangan dengan ranting pohon kopi dan akar-akaran hutan. Sesekali terdengar canda monyet ekor panjang berwarna kuning berloncatan. Semakin dekat terdengar suara gemuruh air yang memancar dari langit, surga kecil ditengah hutan rimba dengan air bening memancar dari langit-langitnya.

“Bagus nian, takjub kami ke sano. Taunyo makin ke bawahbanyak pengunjungnyo,” ungkap Roni (33) warga Lahat yang menghabiskan akhir pekan lalu  bersama beberapa orang temannya, Minggu (28/9) lalu. Rupanya Roni Cs ini tak terlalu pagi menuju ke air terjun tersebut. Dengan membawa bekal makanan seadanya mereka menikmati Cughup Maong ini.

Salah satu tokoh masyarakat lahat H.A. Thabrani Aman mengatakan sangatlah disayangkan bila karunia Tuhan yang begitu indah ini hanya dilihat melalui Jejaring Sosial saja, ternyata di Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat, tersimpan pesona wisata yang demikian elok.

“Bila kita menyaksikan dengan mata kepala kejernihan dan kesejukan airnya, mungkin kita beranggapan bahwa diatas Cughup Maong ini ada pipa yang bocor dari perusahaan air kemasan.  Apalagi bebatuan di dasar sungai tampak begitu jelas karena beningnya air,” terangnya.

Banyak masyarakat yang ke sana terkagum-kagum apalagi di jejaring social yang berisi masyarakat Lahat-Pagaralam ramai memuji keindahannya. Salah satunya Supelman (35), menceritakan suasana alami dengan udara segar gaya di pegunungan menjadi obat lelah jitu, menghilang stressing pekerjaan yang mendera pikiran.

“Jalan yang agak sedikit sulit tidak menjadi penghalang dan berbuah layak karena suguhan alami air terjun terindah yang pernah ada di Sumatera Selatan. pokoknya rugi jika belum ke sini, jika sudah di disini dapat di pastikan ketagihan datang lagi,” ungkapnya.

Pesan mereka untuk tidak lupa mandi di bawah curahan air yang terjun merupakan sensasi nikmat ala pijat refleksi alam. Pesan terakhir mereka bahwa  mesti diabadikan dengan baik dalam album investigasi wisata alam anda!!! (soufie retorika)

Curup Maung

Curup Maung, Keindahan Air Terjun di Tengah Hutan

Curub Maung jadi objek wisata copyLahat,retograph.com-Lima bulan ini Air Terjun Maung atau yang biasa disebut penduduk setempat dengan Curup Maung ramai dikunjungi wisatawan baik dari Lahat, Pagar Alam, Muara Enim maupun Palembang. Sabtu dan minggu adalah hari favorit untuk bercengkrama dengan keindahan hempasan Curup Maung serta derasnya air Sungai Lematang. Berenang, berfoto atau bersantai bersama keluarga sambil mendengar gemercik air dan menghisap segarnya udara di sekitar Curup Maung. Minggu, 21 September 2014 Lebih dari 1500 pengunjung memadati Curup Maung, masyarakat Desa Padang memanfaatkan keramaian pengunjung dengan berjualan minuman dan makanan ringan. Dan tukang ojek dadakan pun bermunculan.

Rute Yang Menantang

Untuk dapat sampai ke Curup Maung, wisatawan dapat menempuhnya dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat selama satu jam dari Ibu Kota Kabupaten Lahat menuju Kecamatan Gumay Ulu. Setelah sampai di Desa Padang Muaro Duo Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat para pengunjung harus memarkir kendaraannya yang telah disediakan oleh penduduk setempat, dengan Rp. 5000 kendaraan pengunjung dijamin aman.
Setelah itu pengunjung melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama ± 1 jam menyusuri jalan setapak melewati hutan dan kebun kopi dengan medan yang menurun dengan tingkat kecuraman hampir 450. Sesampainya disana, pengunjung dapat berisitirahat sejenak, duduk di tepi Curup Maung.asek copy

Menurut masyarakat setempat, Curup maung berasal dari Ayek Mingkek yang mengalir melalui goa dan kemudian terhempas ke Sungai Lematang. Disana terdapat 2 Air terjun besar dan 5 air terjun kecil. Dengan ketinggian 200 M. Diatas air terjun tumbuh pepohonan dan kebun kopi masyarakat.

Nah, jika jalan untuk menuju ke Curup Maung menurun, bagaimana dengan jalan pulang, coba saja sendiri. (syaifudin Zuhri)

 

 

 

Gallery Photo Curup Maung